Berdasarkan real-time view yang terpasang pada situs ini, cukup banyak pengunjung kami yang membaca artikel jenis-jenis kaligrafi yang ada pada main menu. Sama seperti halnya jenis-jenis kaligrafi, artikel berikut ini akan dijelaskan sedikit tentang jenis-jenis lomba yang berhubungan dengan kaligrafi baik di tingkat nasional maupun internasional. Materi ini juga sering ditanyakan oleh pengunjung yang tentunya masih awam di dunia kaligrafi. Bahkan di beberapa even lomba kaligrafi di mana kami pernah diundang untuk menjadi jurinya, ternyata panitia belum memahami kriteria, teknis, dan materi yang biasa dilombakan. Mudah-mudahan artikel ini sedikit memberikan gambaran tentang bagaimana cara mengadakan perlombaan menulis kaligrafi dan apa saja persiapannya.
1. Perlombaan Kaligrafi Nasional
Di Indonesia, perlombaan kaligrafi (MKQ = Musabaqah Khattil Qur'an) termasuk salah satu cabang yang diperlombakan dalam even MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) yang diselenggarakan oleh LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an) dari tingkat kota/kabupaten sampai Nasional. Kegiatan ini diadakan secara periodik. Tingakt kota/kabupaten dilaksanakan setiap tahun. Tingkat provinsi dilaksanakan setiap 2 tahun dan tingkat nasional setiap 3 tahun.Cabang kaligrafi terdiri dari 3 golongan; golongan naskah, golongan hiasan mushaf, dan golongan dekorasi.
Golongan naskah memperlombakan 7 macam jenis khat yang ditulis menggunakan tinta hitam di atas bahan kertas karton dengan mata pena 3 - 5 mm. Mayoritas peserta menggunakan pena yang terbuat dari pohon andam. Golongan hiasan mushaf adalah lomba menulis kaligrafi yang menggunakan hiasan seperti halaman depan mushaf. Tulisan atau teks utama (ayat yang diperlombakan) menggunakan jenis khat nasakh sedangkan teks pelengkap (nama surat dan jumlah ayat) menggunakan khat selain nasakh. Dibuat di atas kertas karton dengan menggunakan alat tulis pena dan kuas lukis untuk membuat hiasannya. Golongan dekorasi adalah menulis kaligrafi yang dihiasi dengan dekorasi atau ornamen-ornamen seperti kaligrafi yang biasa dijupai di masjid-masjid. Alat tulis yang digunakan adalah kuas lukis dan cat tembok ditulis di atas bahan triplek. Jenis tulisannya adalah khat tsuluts untuk teks utama dan khat selain tsuluts untuk teks pelengkap. Para peserta dalam lomba ini adalah mewakili kafilah kecamatan, kota/kabupaten, atau provinsi masing-masing.
Di samping itu ada beberapa jenis lomba yang diselenggarakan oleh instansi, lembaga pendidikan, organisasi, atau perusahaan, namun kriteria dan jenis perlombaannya berbeda dengan perlombaan yang biasa diselenggarakan oleh LPTQ.
2. Perlombaan Tingkat Internasional.
Perlombaan ini bersifat individual mengatasnamakan negara peserta masing-masing. Negara yang menyelenggarakan lomba ini adalah Negara Turki dan Uni Emerat Arab (Dubai). Di Turki, perlombaan ini diadakan setiap 2 tahun sekali untuk mengenang jasa para master khattat. Jenis tulisan yang diperlombakan semua jenis khat yang ditulis tangan langsung di atas kertas karton dengan menggunakan alat tulis pena dan tinta hitam. Satu jenis khat termasuk satu kategori lomba. Misalnya, kategori nasakh, kategori tsuluts, dll. Seluruh karya dikerjakan di negara masing-masing peserta. Setiap peserta diperbolehkan mengirim karyanya lebih dari satu kategori.
Sedangkan di Uni Emerat Arab, perlombaan diadakan setiap tahun untuk memperingati maulid Nabi Muhammad saw. Jenis perlombaan terdiri dari kategori kaligrafi tradisional, kaligrafi modern (kontemporer), dan ornamen atau hiasan mushaf. Teknik pelaksanaan lomba sama seperti di lomba di Turki.
lanjutannya klik di sini...
Main Menu
Our Products
Identitas sebuah perusahaan dan sejenisnya bisa dikenali melalui papan nama atau merek perusahaan. Semakin bagus tampilan papan nama sebuah perusahaan, semakin tinggi daya tariknya dan akan memberikan kesan bahwa perusahaan tersebut bonafid dan berkualitas. Salah satu bentuk tampilan papan nama perusahaan yang tergolong bonafid dan cukup populer adalah dengan menggunakan huruf timbul.
Huruf timbul semakin banyak digunakan, baik oleh perusahaan kecil atau perusahaan besar. Tidak hanya nama perusahaan, nama masjidpun sudah banyak yang menggunakan huruf timbul. Harganya relatif murah dan bahannyapun mudah dibeli di toko-toko material. Bahan yang digunakan adalah plat kuningan, stainless, dan galvanil. Nah, bagaimana cara membuatnya, berikut penjelasannya.
1. Siapkan terlebih dahulu tulisan atau huruf di atas kertas. Pembuatan tulisan bisa menggunakan cara manual dan komputer atau menggunakan jasa tukang plotting.
2. Tempelkan tulisan tersebut dengan menggunakan lem kertas di atas bahan plat, apakah kuningan, stainless, atau galvanil.
3. Setelah kertas itu menempel cukup keras (kering), potonglah huruf tersebut dengan menggunakan gergaji logam atau jigsaw mengikuti bentuk huruf. Pemotongan ini bisa juga menggunakan laser (laser cutting).
4. Setelah pemotongan selesai, selanjutnya bentuklah huruf-huruf tersebut menjadi timbul dengan menambah kaki atau kupingan dengan ukuran yang dikehendaki. Kupingan ini yang menentukan ketebalan huruf yang kemudian dipatri atau disolder ke bagian huruf yang sudah dipotong.
5. Setelah proses pematrian selesai, masuk ke proses finishing. Pada tahap ini huruf yang sudah terbetuk dipoles dengan menggunakan mesin pemoles. Selesai dipoles, huruf-huruf itu akan nampak mengkilap seperti gambar di atas. Cara atau teknik ini berlaku juga untuk pembuatan huruf kaligrafi timbul.
Berikut adalah bahan-bahan dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk membuat huruf timbul:
1. Gergaji tangan atau jigsaw, untuk memotong huruf.
2. Mesin gerinda duduk, untuk memoles huruf.
3. Gunting plat atau gunting Kacip, untuk memotong kupingan
4. Alat solder dan timah batangan super.
5. Batu hijau.
6. Siongka
Bahan-bahan diatas bisa dibeli toko material sedangkan peralatan bisa dibeli di toko alat-alat teknik.
lanjutannya klik di sini...
Kaligrafi Etsa (etching) adalah kaligrafi yang dibuat dengan teknik etsa/etching dengan menggunakan larutan kimia. Tehnik ini biasanya diaplikasikan di atas media kuningan, stainless, dan alumunium. Berbeda dengan teknik-teknik yang lain seperti teknik ketok atau teknik patri/solder, teknik ini relatif lebih praktis namun tetap memiliki nilai artistik yang tinggi. Image, tulisan, atau motif-motif yang dihasilkan dengan teknik ini lebih detil dan tajam menyerupai disain dan pola aslinya.
Secara teknis, pembuatan pola atau disain tulisan/gambar bisa dibuat dengan cara manual dan komputerasi kemudian gambar tersebut dibuat ke dalam bentuk film atau cutting sticker.
Produk kaligrafi yang menggunakan teknik ini tergolong masih jarang mengingat biaya produksinya cukup tinggi. Para pengrajin kaligrafipun masih membatasi koleksinya. Produk ini sangat cocok dipasang di perumahan dan perkantoran. Beberapa masjid ada yang sudah menggunakan produk ini namun terbatas pada masjid yang memang memiliki dana cukup banyak. Misalnya salah satu masjid yang dikelola oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
lanjutannya klik di sini...
Pagi-pagi sebagaimana biasa sebelum berangkat kerja, saya terlebih dahulu meluangkan waktu untuk online sebentar sekedar mengecek email, buka blog atau website, atau baca buku tamu. Dari buku tamu itulah tertulis undangan buat LembagaQurani untuk menghadiri pameran dengan judul "Persian Arts in the Quranic Calligraphy". Tertulis di situ dengan nama pengirimnya adalah bernama Putri. Pameran berlangsung selama 4 hari dari tanggal 21 - 24 Nopember 2011 yang bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Pameran diselenggarakan oleh Hauza (semacam lembaga pesantren ala Iran) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia). Pameran yang menampilkan khusus karya para penulis kaligrafi dari Iran ini dibuka langsung oleh Duta Besar Republik Islam Iran. Jenis tulisan yang ditampilkan hampir seluruhnya adalah khat Farisi, yaitu jenis tulisan yang diambil dari nama negeri Persia (Iran sekarang) di mana tulisan khat itu berasal. Pada hari pertama juga diadakan demo menulis kaligrafi langsung oleh penulis Iran. "Luar biasa", kesan saya. Kaligrafi tidak hanya memancarkan nilai keindahan semata tapi juga menampilkan nilai spiritual yang tidak dimiliki oleh seni lain.
lanjutannya klik di sini...
Setelah para peserta melakukan registrasi, acara diawali dengan beberapa sambutan dari panitia. Setelah sambutan panitia, acara selanjutnya adalah simulasi dari seluruh cabang. Simulasi pertama adalah simulasi dari cabang syarhil qur'an. Dalam kegiatan ini panitia menampilkan salah satu group dari cabang syarhil. Kemudian para dewan hakim yang membidangi cabang tersebut diberikan tugas untuk memberikan penilaian terhadap penampilan peserta tersebut. Sedangkan para dewan hakim lainnya hanya menyaksikan. Baru selesai simulasi pertama, Bapak Wagub Jawa Barat H. Dede Yusuf yang juga sebagai Ketua Umum LPTQ Jawa Barat memasuki aula gedung LPTQ. Hampir 1 jam Beliau memberikan sambutan dan pencerahan kepada peserta.
Simulasi kedua adalah simulasi peserta dari cabang fahmil qur'an (cerdas cermat). Pada kegiatan ini sama seperti pada simulasi cabang syarhil. Panitia menampilkan beberapa group fahmil qur'an, sedangkan dewan hakim peserta sertifikasi ditugaskan untuk memberikan soal atau pertanyaan-pertanyaan layaknya MTQ.
Simulasi ketiga adalah simulasi untuk cabang kaligrafi. Pada kegiatan ini panitia terlebih dahulu memberikan tes tertulis bagi peserta sertifikasi dari cabang kaligrafi. Setelah menyelesaikan tes, para dewan hakim kaligrafi diminta untuk menilai hasil karya yang telah disiapkan sebelumnya, meliputi golongan naskah, golongan hiasan mushaf, dan golongan dekorasi. Hasil penilaian selanjutnya diserahkan kepada panitia.
Posting oleh : Abulladi







