Masjid Al Ikhlas adalah salah satu dari sekian masjid yang berada di sekitar Kota Medan. Masjid yang terletak di daerah simpang limun Kota Medan ini berada persis di jalan masuk pasar tradisional masuk gang Al Ikhlas samping kampus LP3I di Jl. Raya SM. Raja. Mayoritas donatur masjid adalah para pedagang yang tiap hari berjualan di pasar itu.

Dibandingkan dengan masjid-masjid di sekitarnya yang pernah saya kunjungi, masjid ini tergolong relatif lebih bagus dan rapi dilengkapi alat pendingin yang sangat memadai. Maka tak heran ketika bulan puasa yang lalu, sehabis shalat dhuhur berjamaah banyak jamaah yang menyempatkan tiduran sejenak menikmati dinginnya ruang masjid itu sampai menunggu datangnya waktu asar. Masjid yang diketuai oleh Bapak Gading Hasyim Nasution ini direncanakan dua lantai namun yang sudah siap digunakan baru satu lantai.

Nampak luar biasa dari masjid ini adalah mihrabnya yang dilapisi dengan kaligrafi kuningan emboss (etching) full. Mihrab nampak lebih mewah dengan kilauan kuningan seperti emas. Bentuk mihrab seperti mihrab masjid pada umumnya. Motif-motif kembang emboss dan kaligrafinya benar-benar melahirkan nuansa spiritual. Tidak banyak masjid yang memiliki mihrab dengan hiasan interior seperti ini. Proses pembuatannya memakan waktu satu bulan dan pemasangan satu minggu. Pra produksi berikut survey kurang lebih satu minggu. Total waktu yang dibutuhkan untuk penyelsaian pekerjaan in adalah 1,5 bulan.

Di akhir sisa waktu pemasangan, kami tim lembagaqurani berkesempatan diajak oleh Ketua DKM, Bapak Gading Hasyim Nasution keliling kota Medan. Mengunjungi beberapa tempat antara lain kuliner "UCOK DURIAN" yang paling populer, karena katanya belum dikatakan ke Medan kalau belum ke UCOK DURIAN dan BIKA AMBON. Tak lupa juga ISTANA MAIMUN, Masjid Agung Medan. Terima kasih Pak Gading dan para pengurus lainnya. JAZAAKUMULLAH KHAIRAL JAZAA'

0 comments :

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails